Jakarta – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) memegang peran vital dalam menggerakkan dua pilar Tridarma Perguruan Tinggi: penelitian dan pengabdian. Ketua LPPM Unusia, Muhammad Nurul Huda, menggambarkan lembaganya ibarat dapur kampus, tempat seluruh aktivitas riset dan pengabdian diracik dan disajikan agar bermanfaat luas.
“LPPM itu jembatan. Antara kampus dan masyarakat, antara teori dan praktik. Kami ingin ilmu yang tumbuh di kampus tidak hanya berhenti jadi tumpukan teori, tapi punya jejak nyata di luar tembok kampus,” ujar Huda.
LPPM Unusia sudah ada sejak kampus berdiri pada 2015. Meski awalnya berjalan dengan segala keterbatasan, lembaga ini justru menjadi ruang eksperimen bagi dosen dan mahasiswa. “Lahirnya LPPM bukan sekadar urusan administrasi, tapi keyakinan bahwa kampus NU harus punya kontribusi nyata untuk masyarakat, khususnya Nahdliyin,” kata Huda.
Struktur LPPM terdiri dari Ketua, tiga sekretaris dengan fokus penelitian, pengabdian, dan penerbitan, serta satu staf administrasi. Meski timnya kecil, kerja mereka solid dan penuh kolaborasi. “Suasananya cair, saling back-up. Jadi semacam keluarga kecil,” tambah Huda.
Di bidang pengabdian, LPPM menekankan model berbasis komunitas, terutama di desa binaan dan pesantren. Program seperti desa digital, ketahanan pangan, hingga moderasi beragama dirancang sesuai kebutuhan lokal dan terdokumentasi dalam artikel maupun buku.
Ke depan, LPPM Unusia menargetkan diri sebagai lembaga yang profesional, inovatif, dan maslahat. Fokusnya adalah memperkuat kolaborasi internal dan eksternal, serta mendorong hasil riset bisa hadir di ruang publik, bahkan menjadi inspirasi kebijakan dan gerakan sosial.
“Kami ingin memastikan LPPM bukan hanya aktor pendukung, tapi penggerak transformasi. Tempat ide akademik dijalankan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
LPPM juga berharap sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa, tidak melihat riset dan pengabdian sebagai beban administratif. “Kalau dosen dan mahasiswa bisa melangkah bersama, LPPM bisa jadi rumah bersama. Tempat ide bertumbuh, kolaborasi terjalin, dan kemaslahatan menemukan bentuknya,” tutup Huda.
Penulis: Anwariah Salsabila